Tips : tidak marah-marah tak terarah

Bayangkan kita sebagai murid-murid sekolah dasar sedang duduk di kelas mengikuti mata pelajaran TATA HATI.
Lalu sang guru bertanya: “siapa disini yang suka marah? ayo tunjuk tangannya..” (kata-kata yang rancu, masa kita disuruh menunjuk tangan??)
anyway,
saya pasti bakalan jadi yang pertama *tunjuk tangan* sambil marah-marah🙂

Fiuh.. mungkin semestinya mata pelajaran ini sudah dibuka sejak kita duduk di jaman sekolah dasar ya.. (atau setidaknya dibuka ekskul semacam ini buat saya..hihi!)

Hari-hari ini saya semakin menyadari kalo saya “suka” marah-marah..
Mulai dari tidak sengaja marah, agak sering marah,
kemudian menjadi terbiasa marah-marah, sampai akhirnya tidak sadar lagi kalau sedang marah-marah.

It’s not a good point of me!

Dan sekarang saya sedang berusaha menekannya! yippi! harus! kudu! wajib!
hajaaaaar!! sikattttttttttt!! (lho, ko masih marah2??)
ya saya kan sedang berusaha..😉

Mmh.. Sejak kapan saya berusaha??
ya semenjak tulisan ini di-publish.. hehe!

Bagaimana saya memulainya:

1. Berdoa (minta Tuhan kasih saya kekuatan)

Yang namanya kebiasaan pasti sudah mendarah daging sama kita, kalau bukan Tuhan yang tolong untuk merubahnya=MUSTAHIL.

2. Banyak tersenyum (dalam ambang batas kewajaran pastinya)

Dengan sering tersenyum, kita bisa mengeliminasi sebagian dari potensi marah yang bisa terjadi.

3. Ingatkan dirimu senantiasa (inga! inga!)

Saat memulai sesuatu yang positif, kita seringkali lupa. ayo!! Ingatkan terus dirimu!! Buat apa coba marah? nggak solutip!!! nggak nyelesein masalah!! Inget-inget juga dampak negatifnya yang bejibun!!
Marah-marah yang tidak terarah = dosa, nambah masalah, menyakiti orang lain bahkan diri sendiri..
Jangan terpancing emosi untuk hal-hal yang tidak penting(bahkan untuk hal apa pun sebenarnya jangan mau dipancing!!). Seringkali kita menjadi marah untuk masalah-masalah yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan.
Tidak jarang pemicu-pemicu kecil saja kita bisa membuat kita menjadi sangat marah.
Berdebat dengan orang yang ngotot (padahal rasanya jelas-jelas dia yang salah) atau mempersoalkan kesalahan remeh seharusnya tidak perlu dilakukan umunya adalah akar pemicu marah-marah yang tidak terarah.
Hayuu belajar cuek!
Orang memang sering mensalah kaprahkan kata cuek dengan hal-hal yang negatif,
padahal sebenarnya dalam porsi serta situasi yang pas, cuek memang dibutuhkan kok!
Gak masalah lagi siapa yang menang/kalah ataupun siapa yang “merasa” menang/kalah.
Jangan ambil pusing setiap hal yang seharusnya memang tidak perlu dipusingkan!
Yang benar tetap benar. Yang salah tetap salah.
Kamu tidak menjadi rugi dengan tidak marah-marah. trust it!
Lha ya blajar sabar sedikit.. sedikit.. lama-lama jadi bukit.. uyeah..

Kalau tidak disertai langkah nyata, alias OMDO, alias omong doang, kita nggak mungkin berhasil!

Let’s try buddy!! Cheer up!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: